Luka Modric dan Dani Carvajal Menjadi Kunci Kemenangan Real Madrid

Jun 4th

Final Liga Champions kali ini menjadi sebuah pertunjukan yang langka. Madrid benar-benar berusaha untuk memanfaatkan sektor sayap kanan mereka untuk melepaskan serangan. Hanya saja, kali ini agak sedikit berbeda.

Luka Modric dan Dani Carvajal Menjadi Kunci Kemenangan Real Madrid

Luka Modric dan Dani Carvajal Menjadi Kunci Kemenangan Real Madrid

Dibandingkan dengan bermain mengandalkan kombinasi Dani Carvajal dan Gareth Bale, Madrid justru lebih banyak menggerakkan seorang Luka Modric untuk melepaskan berbagai umpan berbahaya ke arah pertahanan Juventus. Carvajal lebih banyak disibukkan dengan urusan menjaga seorang Mario Mandzukic yang sangat berbahaya dan Gareth Bale tidak turun pada pertandingan ini.

Zidane memang menerapkan sebuah formasi yang tidak biasa untuk mengatasi formasi tiga bek yang diterapkan oleh Juventus. Dibandingkan dengan mengandalkan pola 4-3-3, Zidane justru muncul dengan pola 4-4-2 dimana Isco dapat bergerak bebas untuk menyisiri sisi manapun ketika melakukan inisiatif serangan. Toni Kroos dan Luka Modric justru tempat bergantian masuk ke sisi kiri dan kanan dari pertahanan Juventus.

Permainan Juventus pada babak pertama memang sangatlah mengesankan. Mereka secara bergantian masuk menyerang dan bertahan dimana Higuain dan Dybala tahu betul kapan harus mundur dan merebut bola, kemudian kapan mereka harus menunggu pasokan bola dari para pemain di lini tengah atau pertahanan.

Sayangnya, serangan Juve belakangan menjadi lebih membosankan dann tertebak. Tim ini terlalu mengandalkan bola umpan panjang ke arah Mandzukic atau Dani Alves sehingga membuat tim ini terlalu bermain melebar dan membuat pemain seperti Dani Carvajal berhasil menghentikan pergerakan para pemain Juve.

Carvajal bisa dibilang memang bermain luar biasa. Meskipun beberapa kali digedor oleh para striker lawan dan tidak segera menutup pergerakan Mandzukic ketika gol pertama Juve terjadi, pemain yang satu ini secara keseluruhan benar-benar bermain disiplin. Ia memanfaatkan kecepatannya untuk bisa menjaga pergerakan Mandzukic yang tergolong tidak lincah dan mudah dihentikan. Hanya gol Juve saja tercatat sebagai tindakan ceroboh pemain yang satu ini.

Sementara itu, Luka Modric juga bergerak kesetanan tidak seperti biasanya. Jika biasanya Modric bermain cenderung stylish sambil mengalirkan bola ke bagian-bagian yang bisa melanjutkan permainan menuju ke depan, Modric pada pertandingan tadi malam lebih banyak berlari dan beberapa kali memberikan assist. Ia seolah-olah tidak peduli dengan raihan persentase operan sukses dan lebih fokus untuk mencari cara memenangkan Real Madrid. Dua pemain inilah yang menjadi aktor utama dalam kemenangan Real Madrid di final Liga Champions.

Post Categories: Berita Bola Comment is closed.